PROGRAM "KELAS" KANCIL

recyclebin_48.png Selain melayani konsultasi psikologi, Kancil juga membuka beberapa "kelas" yang dapat diikuti oleh para orang tua, anak maupun anggota keluarga yang lain. Selengkapnya...

 

Konsultasi Psikolog

internet_48.pngPara psikolog yang berpengalaman siap membantu keluarga dengan konsultasi psikologi untuk anak, remaja, dan keluarga.
selengkapnya...

Terapi Anak & Remaja

mydocuments_48.pngBeragam jenis terapi dari KANCIL untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, dirancang sesuai kebutuhan. 
selengkapnya ...

Pengayaan Anak & Remaja

mypc_48.pngKANCIL menyediakan layanan pengayaan (enrichment) anak melalui berbagai kegiatan yang dirancang secara profesional.
selengkapnya ...
 
Kok Belum Bisa Jalanů.??

Anak seusianya sudah pandai berjalan, tapi kenapa buah hati kita belum menunjukkan tanda-tanda mau berjalan? Kenapa dia lebih digendong daripada jalan sendiri ?

Julia resah melihat anaknya, Dafin (15 bulan), belum bisa berjalan, sementara teman-teman seusianya sudah pandai berjalan. Pada awalnya, Dafin mengalami perkembangan yang sama seperti anak yang lain, duduk tegak pada usia 5 bulan, bahkan dia melewati masa merangkak dengan langsung berdiri dan berjalan ditatih di usia 10 bulan. Namun setelah itu, dia tidak menunjukkan tanda-tanda bisa berjalan. Setiap hendak mengambil sesuatu, dia berteriak meminta bantuan untuk menatihnya. Dan yang paling Julia capek adalah saat Dafin mengangkat tangannya sambil berkata,” Ndong….ndong….!” kalau sudah begitu, meski dibujuk dengan apapun dia tidak akan mau berjalan sendiri.

            Sebagai ibu bekerja, dia mempunyai waktu yang terbatas dengan anaknya, karena dia menitipkan Dafin di rumah ibunya. Sebagai cucu pertama, kedatangan Dafin disambut gembira di rumah nenek dan mendapatkan banyak perhatian dari om dan tantenya. Disana, dia merasa nyaman karena disediakan banyak mainan, dan seringkali susah diajak pulang.

Terlambat Berjalan?

            Setiap saat orangtua harap-harap cemas menunggu saat kapan anaknya bisa berjalan. Mereka khawatir keterlambatan kemampuan berjalan anaknya akan diikuti dengan keterlambatan perkembangan kemampuan yang lain seperti bahasa, sosial, dan motorik.

 
Menurut dr. Muriana Novariani Sp.A., rentang kemampuan anak bisa berjalan tanpa bantuan berada dalam usia 8 bulan sampai dengan 18 bulan. Bila anak berumur lebih dari 18 bulan belum bisa berjalan, baru dikategorikan ‘delay’ atau terlambat, sehingga diperlukan intervensi. Jadi, anak usia 15 bulan yang belum bisa berjalan, dinyatakan “belum siap”, bukan dianggap terlambat, karena rentang toleransinya cukup panjang. Namun jangan menganggap remeh dengan kondisi tersebut. Lebih baik lakukan deteksi awal mengenai “keterlambatan” tersebut bisa diantisipasi dan dicari jalan keluarnya.
 

Kok Belum Bisa Jalan?

          Dr. Muriana Novariani Sp.A. menambahkan bahwa perkembangan seorang anak merupakan proses interaksi factor internal yang dipengaruhi genetika dan kondisi janin saat dalam kandungan, serta faktor eksternal yang dipengaruhi gizi, penyakit, stimulasi dan kualitas pengasuhan yang diperoleh anak. Sehingga pencapaian tonggak-tonggak bersejarah dalam perkembangan setiap anak akan mengalami perbedaan. Beberapa faktor yang mempengaruhi kapan anak mulai bisa berjalan :

·        Kondisi kesehatan anak. Keterlambatan anak mulai berjalan bisa disebabkan oleh gangguan neurologis, gizi buruk, maupun penyakit seperti : riwayat kekurangan oksigen saat lahir, penyakit-penyakit perinatal yang berat (sepsis, kerinikterus, meningitis), bayi lahir dengan berat sangat rendah, bayi prematur, cerebal palsy, pasca kejang lama, penyakit jantung bawaan, dan lain sebagainya.

·        Faktor Keturunan. Beberapa kasus menunjukkan orangtua yang mempunyai riwayat terlambat berjalan akan menurun kepada anaknya.

·        Bentuk dan Berat badan. Bayi dengan kaki yang pendek biasanya lebih cepat berjalan daripada bayi berkaki panjang yang sulit menyeimbangkan badan.

·        Pengalaman buruk waktu berjalan. Kecelakaan yang mungkin terjadi saat belajar berjalan seperti tersandung hingga membentur meja bahkan berdarah, bisa mengakibatkan anak trauma dan malas berlatih lagi.

·        Bayi yang tidak dikelilingi anak-anak lain, biasanya lebih lambat berjalan karena tidak ada yang memberinya contoh. Itulah mengapa anak pertama cenderung lebih lambat dibanding anak kedua dan ketiga.

         ·        Orangtua maupun lingkungan yang overprotective. Rasa sayang yang berlebihan dengan   melarang anak untuk melakukan kegiatan yang “menantang” karena khawatir jatuh atau terpeleset, membuat anak kehilangan kepercayaan diri untuk mulai berjalan. Kebiasaan menggendong yang berlebihan dengan alasan rasa sayang, juga membuat anak malas belajar jalan.

Ajari Dia Berjalan

            Dengan mengajari anak berjalan berarti anda telah menanamkan nilai-nilai kemandirian, kepercayaan diri, pantang menyerah, dan kesabaran. Bagaimana supaya pelajaran ini berhasil?

1.      Menatih dengan penuh kesabaran. Masa menatih merupakan masa yang membutuhkan tenaga dan kesabaran ekstra. Karena tangan kita harus mendampingi kemanapun si kecil bergerak. Pada awalnya kita menggunakan dua tangan untuk menatih, namun dengan bertahap kita lepas satu tangan, hingga akhirnya dengan bangga kita lepas dia berjalan tanpa bantuan kita.

2.      Gunakan berbagai alat sebagai bantuan. Kursi plastik, meja ringan, maupun troli mainan bisa menjadi alat yang menarik untuk didorong-dorong anak. Perhatikan faktor keamanan alat dan kondisi sekitar.

3.      Lakukan dengan kegembiraan. Ambillah jarak dari si kecil dengan memegang mainan kesayangannya. Mintalah anak untuk mengambilnya dan berikan pelukan hangat saat dia berhasil menjangkaunya. Perlebar jarak untuk meningkatkan kemampuannya. Lakukan dengan penuh kegembiraan dan tanpa pemaksaan.

4.      Hindari baby walker. Di Australia dan Amerika, penjualan baby walker sudah dilarang karena banyak kecelakaan yang terjadi akibatnya, antara lain : menggelinding di tangga, meraih benda yang membahayakan (colokan listrik, secangkir kopi panas, gunting, pisau, kompor), meluncur ke kolam renang, bath tub, terjepit, terkilir, dan lain sebagainya. Baby walker juga membuat bayi malas belajar berjalan karena bisa kemana-mana dengan cepat dengan baby walker.

5.      Beri semangat saat si kecil terjatuh. Anggaplah, jatuh bangun sebagai pelajaran dan pengalaman berharga baginya. Berikan pujian dan pelukan hangat saat dia mencapai kemajuan sehingga memupuk rasa percaya dirinya.

Belajar berjalan adalah kombinasi dari latihan kemandirian, kepercayaan diri, pantang menyerah, dan kesabaran. Bimbinglah mereka dengan penuh kesabaran dan lakukan dengan penuh kegembiraan supaya nilai-nilai positif tersebut berhasil tertanam dalam diri buah hati kita. (PG)

 

 

 

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >