Konsultasi Psikolog

internet_48.pngPara psikolog yang berpengalaman siap membantu keluarga dengan konsultasi psikologi untuk anak, remaja, dan keluarga.
selengkapnya...

Terapi Anak & Remaja

mydocuments_48.pngBeragam jenis terapi dari KANCIL untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, dirancang sesuai kebutuhan. 
selengkapnya ...

Pengayaan Anak & Remaja

mypc_48.pngKANCIL menyediakan layanan pengayaan (enrichment) anak melalui berbagai kegiatan yang dirancang secara profesional.
selengkapnya ...
 

Pendaftaran Acara

Ada Pertanyaan?

Jika Anda memiliki pertanyaan, Anda dapat mengirimkan email kepada kami

Kontak KANCIL

Minimalkan Gangguan, Maksimalkan Potensi

Dengan stimulasi dan latihan tepat, gangguan ADHD/ADD dapat diminimalkan, dan berbagai potensi mereka dapat dimaksimalkan.

ADHD maupun ADD (Attention Dificit Hiperactive/Attetion Dificit Disorder) yang disandang bukan hambatan untuk meraih kesuksesan. Tidak percaya? Banyak sekali deretan tokoh atlet, aktor, pengusaha yang sukses, meski mereka menyandang ADHD/ADD. Untuk kategori artis sebut saja Will Smith, Jim Carey, aktor kawakan Tom Cruise, Sylvester Stallone, dan Bill Cosby. Sedangkan untuk atlet ada jagoan basket Michael Jordan juga Magic Johnson. Bahkan sutradara ternama dan serbabisa Steven Spielberg juga konon menyandang ADHD/ADD. Mereka dapat meraih kesuksesan.

Stimulasi dari lungkungan dan pola asuh amat berpengaruh bagi mereka untuk meraih kesuksesan. Untuk itu, terapkan pola asuh tepat buat penyandang ADHD/ADD. Disiplinkan mereka dengan konsep reward dan punishment. Berikan perhatian dan kasih sayang yang cukup, juga lakukan berbagai latihan yang dapat meningkatkan kemampuan dan meminimalkan kekurangannya.

Apa sajakah latihan tersebut, berikut empat diantaranya :

1.     Latihan Fokus Anak Dengan Permainan

Permainan ini sangat baik untuk memfokuskan energi anak yang berlebih, sehingga selain energinya tersalurkan, konsentrasinya juga meningkat. Nama permainannya Gamma Ray Bust  atau ledakan sinar gamma. Ingat, anak–anak  umumnya senang dengan planet dan alam semesta. Berikut langkah–langkahnya:

a.     Jelaskan tentang ledakan gamma. Ledakan besar dan unik yang terjadi di luar angkasa. Keunikan ledakan gamma, ledakannya tidak menyebar kemana–mana, melainkan terfokus pada satu jalur sinar, sehingga terangnya seperti sinar laser. Agar anak lebih paham, dukung ilustrasi dan gambar–gambar yang banyak ditemukan di internet. Perlihatkan bagaimana proses ledakan gamma tersebut.

b.     Ajak anak  membayangkan energinya yang melimpah terpusat pada suatu tugas. Misal, ia mendapatkan pekerjaan rumah. Karena eneginya cukup besar, anak ADHD/ADD tidak bisa duduk tenang. Bila ini terjadi, ingatkan lagi tentang ledakan sinar gamma. Jangan biarkan energinya yang besar terbuang percuma ke segala arah, melainkan pusatkan pada pekerjaan rumahnya. Bantu anak untuk mengarahkan energi untuk penyelesaian tugasnya.

c.     Selalu ingatkan anak untuk menguasai dan memfokuskan energinya. Jangan sebaliknya, ia dikuasai energi besarnya.

2.     Latihan Anak Labih Persisten

Masalah kebanyakan penyandang ADHD/ADD adalah mudah menyerah saat  mengerjakan tugas dan tidak memberikan usaha karena rentang konsentrasinya pendek. Sebagian guru mengeluh karena anak seolah kalah sebelum bertarung. Nah, latihan ini dapat memotivasi anak untuk mengerjakan tugas sampai selesai, sehingga diberi nama Why Try?

a.     Minta anak membayangkan tokoh favoritnya di film kartun, layar lebar, atau karakter dalam buku. Lalu ajak ia melihat bagaimana mereka berusaha dan berjuang, sehingga meraih kesuksesan. Gali sikap–sikap positif dari sang tokoh seperti ketekunan, kerja keras, teguh, pantang menyerah, dan lain–lain. Minta anak membayangkan, sehingga terciptalah pemikiran, “Mengapa aku mesti berusaha terus?”

b.     Diskusikan dan terapkan latihan ini secara berulang–ulang dengan contoh dan karakter yang berbeda–beda. Praktikkan dalam tugas atau pekerjaan sehari–hari seperti merangkai puzzle, memecahkan teka teki, membereskan pekerjaan rumah, dan lainnya. Pastikan anak menyelesaikan tugas itu dengan baik sampai selesai.

c.     Jika mendikte dan menggurui anak, biarkan ia mengerjakan sesuai dengan kemampuannya. Selain itu, biarkan juga ia memecahkan sesuatu dengan pemikirannya sendiri.

3.     Latih Anak Berpikir Rasional

Banyak penyandang ADHD/ADD berperilaku kurang bermanfaat, bahkan mengganggu. Latihan ini diharapkan membuat anak dapat mengendalikan perilakunya. Berikut langkah–langkahnya:

a.     Siapkan dua timbangan dengan dua sisi, kiri dan kanan. Timbangan ini mengajari anak untuk menimbang–nimbang pikiran dan perilakunya.

b.     Siapkan banyak koin, atau benda–benda kecil untuk penanda poin.

c.     Duduklah bersama anak. Tanyakan apa yang sedang dia pikirkan sebelum melakukan tindakan yang kurang bermanfaat (yang aka ditimbang–timbang). Contoh, ia ingin menyela antrean untuk bermain perosotan (implusif). Apa pun penjelasannya, jangan dikoreksi saat itu juga. Terimalah dengan tenang dan senyum.

d.     Ajak anak mengevaluasi manfaat dan kerugian dari perbuatan atau pemikirannya sendiri. Dimulai dengan manfaatnya terlebih dahulu. Biarkan ia melakukan evaluasi. Simpan satu koin setiap manfaat yang anak sebutkan di timbangan “MANFAAT”. Saat ia menyerobot antrean, ia dapat bermain perosotan lebih cepat, tidak usah bosan dan lama antre, dan lainnya.

e.     Lalu minta ia memikirkan semua kerugian dan dampaknya. Beri bantuan pada anak tentang kerugian–kerugian tersebut. Berikan satu koin/benda kecil pada timbangan “KERUGIAN”. Saat menyerobot antrean, anak–anak lain yang sedang antre akan marah, anak gagal melanjutkan permainan karena anak–anak lain tidak mau bermain dengannya, tindakan menyela beresiko menyebabkan teman lain terjatuh atau terdorong, dan lainnya.

f.      Tunjukkan pada anak, perilaku negatif sarat dengan kerugian meski mungkin ada sedikit manfaat, sedangkan perilaku positif banyak manfaatnya, meski kadang perlu pengorbanan atau kerugian. Jadi dari pada menikmati kesenangan sesaat dengan menyela antrean, lebih baik sabar sebentar menunggu giliran.

4.     Ekspresikan Emosi

Kesulitan lain pada anak penyandang ADHD/ADD adalah sulit mengelola perasaannya, alias mengungkapkan ekspresinya. Ia kadang memendam atau melampiaskan sesuka hatinya. Cobalah latihan ini agar ia terampil mengekspresikan emosinya :

a.     Beri pengertian anak tentang perbedaan antara perasaan dan perbuatan. Anak boleh memiliki perasaan kuat, tetapi tidak boleh menyalurkannya dalam perilaku negatif.

b.     Jelaskan anak memiliki sifat spesial, yaitu sensitif. Untuk itu, tiap kali ada perasaan kuat muncul, minta ia segera menyampaikan kepada orang dewasa yang dipercayainya, sehingga ia dapat mengolah perasaan tersebut.

c.     Lakukan   latihan   di  rumah.   Saat   anak   kesal,   marah,   sedih,   malu,  minta  ia mengungkapkannya. Bila anak gagal dan lepas kendali, jangan dimarahi. Berikan pujian atau poin/stiker setiap kali anak berhasil mengelola perasaannya.

d.     Setelah sukses di rumah, minta anak mempraktikkannya di sekolah. Jalin komunikasi dan bagilah tip kepada guru di sekolah. Ingat, tidak ada istilah “gagal”, melainkan “kita harus mencoba lagi.” (Nakita)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Jadwal

Tidak ada jadwal

Polls

Perkembangan anak-anak saya....