Konsultasi Psikolog

internet_48.pngPara psikolog yang berpengalaman siap membantu keluarga dengan konsultasi psikologi untuk anak, remaja, dan keluarga.
selengkapnya...

Terapi Anak & Remaja

mydocuments_48.pngBeragam jenis terapi dari KANCIL untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, dirancang sesuai kebutuhan. 
selengkapnya ...

Pengayaan Anak & Remaja

mypc_48.pngKANCIL menyediakan layanan pengayaan (enrichment) anak melalui berbagai kegiatan yang dirancang secara profesional.
selengkapnya ...
 

Pendaftaran Acara

Ada Pertanyaan?

Jika Anda memiliki pertanyaan, Anda dapat mengirimkan email kepada kami

Kontak KANCIL

Ayah FavoritKu

Ibu tak perlu gundah bila ia hanya mau  dengan ayah.

Si kecil kini maunya hanya dengan ayah. Mandi pagi, sama ayah. Gosok gigi dan tidur malam, juga sama ayah. Karena ayah belum juga pulang, ia menunggu sampai tertidur di kursi ruang tamu. Kehilangan akal bisa jadi dialami para ibu atau pengasuh.

Mulai Berubah

Hingga usia 3 tahun, hubungan anak dengan ibu sungguh erat. Ibu adalah segalanya. Ibu menjadi tempat bertanya dan minta izin. Tapi di usia 3,5 tahun, terjadi perubahan mencolok.

Pilih kasih pada anak–anak itu biasa. Memilih ibu dan menolak ayah atau sebaliknya, biasa terjadi. Anak laki–laki lebih memilih ibu dan anak perempuan lebih memilih ayah, memang demikian adanya. Tetapi tak tertutup kemungkinan, anak perempuan memilih ibu dan anak laki-laki memilih ayahnya.

Pilih kasih atau favoritisme merupakan fase dalam perkembangan seorang anak.  Anak–anak mengembangkan keterampilan sosial–emosinya memilih salah satu orangtua untuk menjadi objek cintanya karena alasan tertentu, misalnya ;

  • Tidak pernah ditegur meski salah.

  • Lebih memanjakan, misalnya sering membelikan mainan, permen.

  • Dibela bila anak melakukan kenakalan.

  • Diberi kebebasan melakukan aktivitas. Misalnya, boleh mandi lama–lama sambil main bola sabun.

Alasan yang lebih positif, misalnya, salah satu orangtua yang disukai anak lebih kreatif dan punya bermacam alternatif kegiatan yang menyenangkan meski tetap disiplin.

Seimbangkan Cintanya

Meski lumrah, sikap pilih kasih ini tidak boleh dibiarkan terus berlangsung. Orangtua perlu intropeksi. Mungkinkan salah satu orangtua bersikap longgar dalam mendisiplin. Atau, salah satu orangtua sangat kreatif menyiasati tuntutan anak yang harus dipenuhi. Si kecil perlu mengembangkan cinta yang sehat terhadap kedua orangtuanya.

Dengan begitu, ketika  waktu makan tiba dan ayah tak ada, si kecil tetap berselera makan. Ketika waktu mandi tiba dan tak ada ibu, anak tetap mau mandi. Siapa pun menolongnya, anak harus tetap menjalani disiplin meski caranya berbeda dengan cara orangtua yang paling disukainya. (AB) 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Jadwal

Tidak ada jadwal

Polls

Perkembangan anak-anak saya....