Konsultasi Psikolog

internet_48.pngPara psikolog yang berpengalaman siap membantu keluarga dengan konsultasi psikologi untuk anak, remaja, dan keluarga.
selengkapnya...

Terapi Anak & Remaja

mydocuments_48.pngBeragam jenis terapi dari KANCIL untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, dirancang sesuai kebutuhan. 
selengkapnya ...

Pengayaan Anak & Remaja

mypc_48.pngKANCIL menyediakan layanan pengayaan (enrichment) anak melalui berbagai kegiatan yang dirancang secara profesional.
selengkapnya ...
 

Pendaftaran Acara

Ada Pertanyaan?

Jika Anda memiliki pertanyaan, Anda dapat mengirimkan email kepada kami

Kontak KANCIL

Dia Tertarik Segalanya

Bayi Anda yang penasaran senang mengotak–atik kacamata Anda dan menarik ekor anjing. Jauhkan dia dari masalah dan buatlah batasan untuk si pengelana cilik ini.

Bahkan bayi paling manis sekalipun terkadang bisa bertingkah buruk menjambak rambut Anda, melempar Cheerios ke segala penjuru lantai, atau berusaha memasukan wafel ke dalam pemutar DVD. Sementara segala perilaku nakal ini mungkin menganggu, ingatlah bahwa si pengacau cilik Anda hanya sedang melakukan tugasnya : mempelajari segala sesuatu di dunia sekitarnya.

“Sekitar usia 6 bulan sampai setahun, bayi adalah penjelajah alami,”  kata Robin Goldstein, PhD, guru besar tumbuh kembang anak di John Hopkins University di Baltimore, dan penulis The New Baby Answer Book.

“Mereka mengunakan semua indranya untuk mengenal lingkungannya, dan ini berarti mereka mungkin mencoba menyentuh, merasakan, atau dengan senang hati merobek apapun yang bisa dilihatnya.”

Berusaha menegakkan aturan atau memberi hukuman tidak akan berpengaruh di usia ini, bayi Anda kurang memiliki kemampuan dan pengertian akan bahasa untuk membedakan yang benar dan salah. Namun tidak berarti Anda bisa membiarkannya menghancurkan ruang keluarga (atau iPhone baru Anda). Dengan panduan penuh kasih sayang, Anda bisa menghindarkannya dari masalah sambil tetap menjaga keutuhan rumah dan akal sehat Anda.

Jangan Membentak

Jika mendapati si kecil merobek halaman buku perpustakaan, Anda mungkin tergoda untuk memekik. ”Namun berteriak hanya akan membingungkan dan menakutkannya,” ujar Dr. Goldstein. Lebih baik berikan dia mainan yang lebih cocok untuk diotak-atik sambil menyingkirkan bukunya. Atau Anda bisa menggendong si bayi, memutarkan lagu favoritnya, dan menari bersamanya.

Alihkan Perhatiannya

“Bayi mudah terdistraksi, jadi saat Anda melihat si kecil merangkak ke arah remote TV, angkat saja dia dan tunjukan sesuatu yang sama menariknya seperti: mainan berwarna, puzzle dari kain, dan mangkok plastik serta sendok kayu, atau bahkan kantong kertas yang sudah diremas,” saran Dr. Goldstein. Pastikan Anda memeluknya dan berkata dengan nada suara riang “yuk, kita liat nanti ada apa yang menarik di laci Tupperware!”

Belajar Mengartikan Tindakannya

Terkadang perilaku bayi yang penuh semangat bisa menjadi petunjuk apa yang dirasakannya, terutama saat dia lelah dan siap untuk tidur atau sudah cukup lama makan. “Jika bayi Anda mengacak-acak kacang di lantai, misalnya, ini mungkin karena dia sedang melakukan percobaan Galileo untuk melihat apa yang terjadi saat barang-barang dijatuhan dari ketinggian: tapi ini bisa juga merupakan cara dia mengatakan bahwa dia tidak lapar lagi. Singkirkan makanan tersebut dan berikan sesuatu yang tidak terlalu berantakan jika dijatuhkan, seperti kain lap atau cangkir kosong,” saran Barbara Polland, PhD, psikolog anak dan penulis We Can Work It Out: Conflict Resolutions For Children. Anda bisa memberinya makan lagi setelah itu.

Mencontohkan Perilaku Yang Baik

Tindakan berarti lebih banyak daripada sekedar kata-kata, terutama jika bayi masih terlalu kecil untuk mengartikan apa yang Anda katakan kepadanya. “Daripada terus menerus berkata ‘ini tidak boleh’, tunjukkan kepada si kecil apa yang dilakukannya,” saran Jane Nelsen, EdD, Penulis Positive Discipline: The First Three Years. Misalnya, jika dia menarik ekor anjing, pegang tangannya dan elus si anjing dengan lembut menggunakan tangannya, serta katakan, “Nah, begini caranya bermain yang asyik dengan Max.”

Gunakan Kata “Tidak” Dengan Bijak

Walaupun si bayi mungkin tidak mengerti kata-kata, dia bisa menangkap nada suara Anda, dan kata “tidak” yang keras dan tajam bisa menjadi media yang kuat,” kata Dr.Polland. Namun jika Anda menggunakan “tidak!” setiap saat dia melakukan hal-hal yang mengganggu, kata itu akan kehilangan efektivitasnya. ”Simpan untuk saat-saat dimana bayi Anda benar-benar berada dalam bahaya menyakiti dirinya sendiri, seperti saat dia berada di dekat kompor panas atau berusaha memanjat furniture,” kata Dr. Polland. Lalu cepat pindahkan si bayi dari situasi tersebut, dan pasang mimik berkerut Anda yang paling serius. “Para bayi sangat fokus pada ekspresi wajah, inilah cara mereka pertama kali belajar membaca orang,” kata Dr.Polland. Namun jangan mengharapkannya mengingat pelajaran keselamatan. Lain kali Anda masih perlu mengawasinya dari jarak dekat.

Istirahat

Tentunya seberapapun seringnya Anda berkata kepada diri sendiri, “Dia kan masih bayi”, ada saat-saat dimana perilaku nakalnya membuat Anda gila. Yang penting adalah mengenali diri sendiri sebelum menjadi sangat frustasi sehingga Anda berbuat kasar kepada si bayi. (Diperkirakan 1.200-1.400 anak cedera atau terbunuh karena guncangan setiap tahunnya di Amerika Serikat). Pejamkan mata, tarik nafas dalam, dan duduk tenang sampai Anda merasa tenang. Lalu telepon teman untuk mengawasi si kecil selama setengah jam sementara Anda berjalan-jalan atau atau berendam di bak mandi atau jika tidak ada seorangpun yang bisa, letakkan si bayi di dalam tempat tidurnya dengan beberapa mainan sementara Anda beristirahat selama 10 menit.

Saat bayi Anda sedikit lebih besar dan sedang menangis, Anda bisa berkata, ”Yuk, sini sama Mama. Nanti mama gendong, kita istirahat sebentar sama-sama sampai merasa lebih baik”, Dr.Polland menyarankan. Karena dia telah melihat mamanya melakukannya, dia tahu ini bukanlah hukuman melainkan cara yang sehat dan produktif untuk mengatasi frustasi dan stress. (PI)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Jadwal

Tidak ada jadwal

Polls

Perkembangan anak-anak saya....