Konsultasi Psikolog

internet_48.pngPara psikolog yang berpengalaman siap membantu keluarga dengan konsultasi psikologi untuk anak, remaja, dan keluarga.
selengkapnya...

Terapi Anak & Remaja

mydocuments_48.pngBeragam jenis terapi dari KANCIL untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, dirancang sesuai kebutuhan. 
selengkapnya ...

Pengayaan Anak & Remaja

mypc_48.pngKANCIL menyediakan layanan pengayaan (enrichment) anak melalui berbagai kegiatan yang dirancang secara profesional.
selengkapnya ...
 

Pendaftaran Acara

Ada Pertanyaan?

Jika Anda memiliki pertanyaan, Anda dapat mengirimkan email kepada kami

Kontak KANCIL

Buka-Tutup Kulkas, Hobi Baru Anak

Ini dia aktivitas kesukaan si kecil yang baru: buka-tutup kulkas. Ternyata aktivitas sederhana ini membantu anak mengembangkan kemampuan motorik dan kognisinya, lo. Sudah tentu tumbuh kembang anak akan optimal.

Iiihhh…..Gemas deh melihat kelakuan Andy (3 tahun). Dia senang sekali membuka kulkas, memandanginya, sesekali ia mengambil sesuatu lalu mengembalikan secara sembarangan lalu blam…!! pintu kulkas dibanting.

Andy lari ke luar bermain dengan teman-temannya. Belum ada lima menit ia balik lagi, buka lagi pintu kulkas, melongok-longok sebentar, lalu blam…!! begitu terus setiap hari mungkin sekitar 15-an kali buka-tutup kulkas. Risih sekali melihatnya.

“Anak seumuran Andy memang begitukah, sukanya buka-tutup lemari es?” tanya Romy (32 tahun).

Eksplorasi, Eksplorasi, dan Eksplorasi

Pada tahap ini, menurut Edward Andriyanto Soetardhio, M.Psi, Psikolog Bagian Perkembangan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, anak sedang menjadi peneliti cilik. Ia sangat ingin mengetahui banyak hal. Termasuk kulkas atau lemari es dan segala isi serta keunikannya.

Lemari es, dalam pandangan si batita, adalah benda yang unik: memuat semua makanan, menyala, bisa dibuka-tutup dengan mudah, dan dingin pula. Keunikan tersebut memancing rasa ingin tahu si kecil sehingga ia pun bolak-balik menutup dan membukanya.

Anak ingin mengetahui akibat yang dimunculkan oleh perilakunya. Apakah lampu menyala (ketika lemari es dibuka) ataukah sekarang sudah padam. Si kecil juga ingin tahu jika ia membuka pintu lemari es dengan cukup cepat, apakah akan memiliki akibat yang sama. Jadi anak sedang melakukan percobaan.

Hal lain yang mungkin ingin diketahui oleh anak adalah (dalam hal lemari es) penyebab munculnya rasa dingin. Anak memiliki rasa ingin tahu jika lemari es ditutup akankah di dalam lemari tetap dingin. Benaknya mungkin bertanya-tanya, apakah yang terjadi di dalam sana.

Rasa ingin tahu si kecil itu, lanjut Edward, berarti si kecil sedang mengembangkan kemampuannya dalam memahami hubungan sebab-akibat. Kira-kira, apa ya yang akan terjadi kalau ia membuka lalu menutup kulkas? Apakah isinya masih sama dengan yang kemarin atau tadi pagi? Demikian, rentetan pertanyaan dalam kepala si batita. Proses-proses dalam aktivitas buka-tutup kulkas ini termasuk fase tumbuh kembang anak.

Selain itu, dari sisi perkembangan motoriknya pun si kecil akan semakin terasah. Ketika ia menggerak-gerakkan pintu lemari es, berarti ia sedang mematangkan kemampuan motorik kasar dan halusnya.

  • Motorik kasar. Gerakkan bahu, dan lengan untuk membuka dan menutup lemari baik yang dibuka secara horisontal maupun secara vertikal.

  • Motorik halus. Gerakkan menggenggam jari-jari tangan ketika sedang memegang pegangan lemari es atau lemari.

Gerakan-gerakan tersebut akan memperkuat otot-otot seputar lengan, dan jari-jemari.

 

Temani Juga Awasi

Ketika menghadapi ulah si kecil yang seang buka-buka seperti ini, orangtua jangan mengacuhkannya. Sebaliknya tetap mendampingi dan mengawasinya dari jarak tertentu. Sebab, aktivitas yang berhubungan dengan pintu sangat akrab dengan yang namanya terjepit. Anak-anak seusia Andy belum memiliki kemampuan mengendalikan gerakan tangan hingga bisa saja tangannya terjepit pintu kulkas.

 

Selain itu, pendampingan akan memenuhi rasa ingin tahu anak yang siapa tahu ia akan bertanya-tanya seputar ini itu yang ada dalam lemari es. Misalnya, mengapa lampunya menyala, mengapa di dalam kulkas dingin tapi tidak di bagian pintu luarnya, atau pertanyaan seputar isi kulkas.

Dalam mengawasi si kecil, Ibu bisa saja membuat permainan yang akan menarik minatnya. Misalnya meminta bantuannya menempel magnet hiasan untuk menghias pintu luar lemari es. Atau membuat label-label berisi nama makanan yang akan dimasukkan ke dalam lemari es.

 

“Yang penting, jauhkan anak dari aliran listrik dari dan ke lemari es,” ujar Edward mengingatkan. (tk.c.i)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Jadwal

Tidak ada jadwal

Polls

Perkembangan anak-anak saya....