Konsultasi Psikolog

internet_48.pngPara psikolog yang berpengalaman siap membantu keluarga dengan konsultasi psikologi untuk anak, remaja, dan keluarga.
selengkapnya...

Terapi Anak & Remaja

mydocuments_48.pngBeragam jenis terapi dari KANCIL untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, dirancang sesuai kebutuhan. 
selengkapnya ...

Pengayaan Anak & Remaja

mypc_48.pngKANCIL menyediakan layanan pengayaan (enrichment) anak melalui berbagai kegiatan yang dirancang secara profesional.
selengkapnya ...
 

Pendaftaran Acara

Ada Pertanyaan?

Jika Anda memiliki pertanyaan, Anda dapat mengirimkan email kepada kami

Kontak KANCIL

Memilih Mainan Anak yang Aman

Hati-hati dalam memilih mainan anak, karena banyak mainan yang mengandung zat berbahaya beredar di pasaran.

“Ma, boleh aku minta mainan ini?” ujar salah satu anak di sudut toko mainan anak dengan mata penuh harap. Membelikan atau tidak mainan tersebut pada umumnya didasari oleh harga dan mutu mainan saja, tetapi masih ingatkah kita bahwa di tahun 2012, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengumumkan penemuan zat berbahaya yang terkandung dalam mainan edukasi anak yang banya dijual bebas di pasar Indonesia? Mainan-mainan tersebut mengandung zat yang sangat berbahaya bagi anak seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), cadmium (Cd) dan chromium (Cr).

Adapun mainan-mainan anak yang diuji adalah mainan edukasi yang berbentuk sempoa, puzzle, balok ukur berwarna, balok rumah-rumahan, rumah hitung kayu, dinosaurus kayu serta kotak pos yang semuanya menggunakan cat pewarna. Jadi jangan ambil resiko anak-anak Anda teracuni bahan-bahan berbahaya tersebut dan pilih mainan yang aman untuk anak Anda.

Cara memilih mainan anak yang aman

Ada jutaan mainan yang ada di pasaran saat ini. Dan ratusan mainan baru yang diproduksi tiap tahunnya. Dan tiap tahun juga ada saja sejumlah anak yang dirawat di rumah sakit karena mainan mereka. Orangtua harus selalu perhatikan label yang tertera pada kemasan mainan anak, baik rincian bahan yang digunakan juga kategori umur yang tercatat pada kemasan mainan.

Karena selain zat-zat berbahaya yang terkandung dalam mainan dapat membahayakan anak dalam tumbuh kembang mereka dalam jangka waktu bertahap dan lama, ada juga bahaya yang mengintai dari penggunaan mainan yang tidak sesuai kategori umur, yaitu bahaya tersedak.

Di negara-negara barat seperti, Amerika Serikat, ada sebuah komisi yang mengawasi dan mengatur peredaran mainan yang aman untuk anak. Seperti bahan yang dibuat dan asal mainan. Dan untuk beredar di Amerika, maka mainan tersebut harus memenuhi semua standar yang telah ditetapkan.

Beberapa pertimbangan umum untuk memilih mainan yang aman untuk anak

·         Mainan harus dapat dicuci

·         Mainan yang diberi cat harus bebas dari logam timah

·         Mainan untuk karya seni harus berlabel tidak beracun

Mempertimbangkan dan memperhatikan keselamatan anak pada waktu bemain mainan favorit mereka harus menjadi prioritas orangtua. Jangan mempertimbangkan sejarah atau mahalnya mainan tersebut.

 

Pertimbangan sebaiknya lengkap, baik dari segi kualitas mainan, usia mereka dan merupakan kesukaan mereka. Sebagai orangtua pasti Anda mengenal dan memahami anak Anda lebih daripada orang lain. Dan jangan menyerahkan anak untuk memilih jika mereka belum bisa menentukan pilihan mainan yang aman dan baik untuk diri mereka sendiri.

Memilih mainan sesuai dengan umur anak (batita, balita dan prasekolah)

  • Mainan minimal berdiameter 3 cm dan panjang 6 cm. Hal ini dimaksudkan agar anak tidak dapat menelannya dan mainan tersebut tidak akan tersangkut di tenggorokan mereka. Di negara maju disediakan sebuah perangkat tes atau tabung pencekik yang didesain dengan memperhatikan diameter pangkal tenggorokan anak. Tabung pencekik ini digunakan untuk menentukan besar atau kecilnya mainan tersebut untuk anak.

  • Hindari kelereng, koin, bola-bola yang berdiameter 4,5 cm atau bahkan lebih kecil  untuk dimainkan anak Anda. Karena bila mainan tersebut sampai tertelan di tenggorokan dan menyumbat saluran pernafasan anak Anda akan menyebabkan anak sulit bernafas.

  • Mainan yang menggunakan baterai harus ditutup rapat dan dipasangkan sekrupnya untuk mengunci dengan kencang sehingga anak tidak dapat membukanya. Kecelakaan anak yang disebabkan oleh mainan berbaterai lebih serius karena selain tercekat juga dapat menyebakan pendarahan dan terbakar oleh bahan-bahan kimia

  • Perhatikan mainan yang Anda berikan untuk batita dan balita, pastikan bahwa mainan tersebut:

Ø      mudah patah  sehingga mainan tersebut memiliki ujung yang meruncing, tajam atau memiliki bagian kecil yang dapat dilepas bila ditarik

Ø      tidak memiliki benang lebih dari 18 cm

  • Periksalah mainan yang memiliki roda yang dapat digunakan sewaktu-waktu oleh anak yang sudah mulai belajar berdiri tanpa bantuan sesuai dengan rekomendasi pabrik

Setelah selesai memilih mainan yang aman untuk anak, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menjelaskan kepada anak cara untuk memainkan atau menggunakannya.

 

Dan dari kesemua kepedulian dan ketelitian orangtua dalam memilih mainan yang aman untuk anak, maka cara yang paling baik untuk dilakukan adalah dengan mengawasi mereka saat sedang bermain. Bahkan jika orangtua turut bergabung dalam permainan anak justru akan lebih baik lagi, karena akan mendekatkan emosi antara orangtua dan anak. (theasianparent.com)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Jadwal

Tidak ada jadwal

Polls

Perkembangan anak-anak saya....