Konsultasi Psikolog

internet_48.pngPara psikolog yang berpengalaman siap membantu keluarga dengan konsultasi psikologi untuk anak, remaja, dan keluarga.
selengkapnya...

Terapi Anak & Remaja

mydocuments_48.pngBeragam jenis terapi dari KANCIL untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, dirancang sesuai kebutuhan. 
selengkapnya ...

Pengayaan Anak & Remaja

mypc_48.pngKANCIL menyediakan layanan pengayaan (enrichment) anak melalui berbagai kegiatan yang dirancang secara profesional.
selengkapnya ...
 

Pendaftaran Acara

Ada Pertanyaan?

Jika Anda memiliki pertanyaan, Anda dapat mengirimkan email kepada kami

Kontak KANCIL

Perlukah Liburan untuk Anak?

Dunia anak-anak identik dengan waktu bermain yang panjang dan hari yang penuh senang-senang. Melihat keceriaan yang mereka miliki, apakah anak-anak masih butuh liburan?

Sepulang sekolah, anak-anak bisa langsung melempar tas dan berlari keluar rumah untuk bermain bersama teman-temannya. Beragam permainan dimainkan atau diciptakan, seakan takkan kehabisan ide. Saat di rumah pun, mereka bisa mengimajinasikan setiap sudut untuk menjadi media permainannya. 

Di tengah keceriaan dunianya, ternyata anak-anak masih butuh liburan. Jika orang dewasa disibukkan dengan rutinitas bekerja, maka anak-anak memiliki rutinitas juga yaitu sekolah, demikian diungkapkan seorang Psikolog Anak dan Remaja, Alzena Masykouri M.Psi. Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga butuh waktu sendiri untuk liburan.

"Seperti manusia pada umumnya, anak juga membutuhkan waktu khusus untuk terlepas dari rutinitas," ujar Alzena.

Mengajak anak liburan juga butuh perhatian khusus. Orangtua tidak bisa sembarangan memilih destinasi liburan jika ingin pergi bersama anak. Mencari tujuan yang kira-kira bersahabat dengan anak adalah salah satu hal yang wajib dipertimbangkan para orangtua. Umur anak juga menjadi pertimbangan pemilihan destinasi.

"Usia anak adalah salah satu aspek yang harus diperhatikan orangtua. Beda usia, bisa jadi beda kegiatan yang diminati oleh anak," kata Alzena.

Menurut Alzena, anak-anak yang terbilang masih kecil bisa diajak ke taman bermain atau ke museum. Rentang waktu liburan yang tidak terlalu lama dan banyaknya kegiatan yang bisa menstimulus otak dan tubuh anak, jadi poin penting yang harus diperhatikan. Sedangkan anak yang sudah lebih besar atau menginjak masa remaja bisa diajak ke destinasi yang lebih menantang.

Alzena menambahkan, mengajak anak remaja trekking ke perbukitan atau snorkeling di lepas pantai bisa jadi ide yang menarik. Namun ada baiknya juga Anda mengenal dengan baik minat masing-masing anak, sehingga mereka bisa ikut larut dalam keceriaan liburan. Jangan sampai, anak malah asyik sibuk sendiri dengan gadget atau barang favoritnya dan tak memperhatikan tujuan liburan.

Sebaiknya, anak-anak bisa menguasai keterampilan baru setelah menghabiskan liburan. Keterampilan baru bisa didapat di mana saja. Misal, anak bisa belajar melipat alas duduk setelah piknik di tepi pantai. Inti dari liburan bagi anak-anak adalah mereka bisa belajar banyak hal sambil bersenang-senang.

"Yang penting dari liburan adalah anak dapat belajar hal-hal yang sifatnya tidak rutin dan bukan akademis," tutup Alzena. (detik)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Jadwal

Tidak ada jadwal

Polls

Perkembangan anak-anak saya....