Konsultasi Psikolog

internet_48.pngPara psikolog yang berpengalaman siap membantu keluarga dengan konsultasi psikologi untuk anak, remaja, dan keluarga.
selengkapnya...

Terapi Anak & Remaja

mydocuments_48.pngBeragam jenis terapi dari KANCIL untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, dirancang sesuai kebutuhan. 
selengkapnya ...

Pengayaan Anak & Remaja

mypc_48.pngKANCIL menyediakan layanan pengayaan (enrichment) anak melalui berbagai kegiatan yang dirancang secara profesional.
selengkapnya ...
 

Pendaftaran Acara

Ada Pertanyaan?

Jika Anda memiliki pertanyaan, Anda dapat mengirimkan email kepada kami

Kontak KANCIL

Yuk , Ajak Si Kecil Berempati!

Sebagian besar anak-anak memiliki keakuan yang dominan. “Semuanya tentang aku!”. Tentunya, setiap orangtua berharap dapat melihat sikap memikirkan diri sendiri si kecil berubah menjadi kepedulian kepada sesama. Tantangannya adalah bagaimana orangtua dan pendidik mendorong anak-anak untuk belajar tentang empati?

Empati dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan memahami situasi dan perasaan yang dialami orang lain dan meresponnya dengan perilaku positif. Berbeda dengan simpati, yang hanya menimbulkan ketertarikan semata dan tidak diikuti tindakan atau ketertarikan secara emosional.

Latih Sejak Dini

 
Menurut Alzena Masykouri, psikolog perkembangan anak dari Klinik Kancil, empati adalah salah satu sikap prososial yang seharusnya dimiliki oleh setiap individu. Keterampilan ini harus dilatih, tidak bisa hanya dikenalkan atau diajarkan.
 

Peran orangtua sangat besar dalam menumbuhkan sikap empati pada anak. Sayangnya, banyak orangtua yang kurang menyadarinya. Seperti diakui Alzena, berdasarkan pengalamannya di ruang praktik, kadang-kadang orangtua lalai untuk melatihkan keterampilan empati kepada anak.

“Orangtua lebih banyak terfokus pada kemampuan skolastik anak. Padahal empati harus dilatih dan diberi kesempatan untuk dipraktikkan oleh anak pada lingkungan. Demikian pun dengan lingkungan yang berada di sekitar anak,” kata Alzena, dia melanjutkan, “sekolah yang seringkali menjadi tempat anak menghabiskan waktu paling banyak dalam kesehariannya, seharusnya juga menjadi tempat yang potensial untuk melatih kemampuan empati. Pelatihan sejak dini akan menumbuhkan sikap prososial pada anak sehingga anak tidak merasa canggung ketika menerapkan perilaku positif”.

Langkah Empati

Alzena menegaskan, tidak ada perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan dalam melatih sikap empati. Orangtua (dan guru) harus membiasakan sikap ini dalam kehidupan sehari-hari. Pertama kali adalah dengan membantu anak mengenali perasaannya sendiri. Setelah anak mampu mengenali perasaan atau emosinya sendiri, baru anak diajarkan untuk mengenali perasaan orang lain dan sikap yang sepatutnya ditampilkan kepada orang lain. Kesempatan untuk berlatih keterampilan empati sangat penting. “Teori tanpa praktik sama saja tidak memberikan pembelajaran pada anak,” ujarnya.

Anak yang tidak dididik bersikap empati dan penolong akan menjadi individu yang asosial dan apatis terhadap lingkungannya. Selain itu, anak menjadi tidak mampu mengenali emosinya sendiri dan sulit menampilkan perilaku yang tepat. Akibatnya anak akan seringkali berbenturan dengan lingkungan sosial. Masalah sosialisasi akan menjadi isu penting selanjutnya bagi anak-anak yang tidak memiliki kemampuan empati. Jadi, para ummi, ayo kita ajak si kecil berempati mulai sekarang! (ummionline)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Jadwal

Tidak ada jadwal

Polls

Perkembangan anak-anak saya....