Konsultasi Psikolog

internet_48.pngPara psikolog yang berpengalaman siap membantu keluarga dengan konsultasi psikologi untuk anak, remaja, dan keluarga.
selengkapnya...

Terapi Anak & Remaja

mydocuments_48.pngBeragam jenis terapi dari KANCIL untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, dirancang sesuai kebutuhan. 
selengkapnya ...

Pengayaan Anak & Remaja

mypc_48.pngKANCIL menyediakan layanan pengayaan (enrichment) anak melalui berbagai kegiatan yang dirancang secara profesional.
selengkapnya ...
 
“Aku Sayang, Mama”

Respon balik ungkapannya, katakan, “Mama juga sayang kamu”.

aku_sayang_mama.jpg

S
enang sekaligus kaget ya, saat si batita sudah dapat mengungkapkan rasa sayangnya kepada kita. Ya, memang anak usia batita (1-3 tahun) sudah dapat mengungkapkan rasa sayang kepada orang-orang terdekatnya, seperti ibu, ayah, kakek, nenek, kakak, saudara, dan lainnya. Ia memeluk, membelai, mencium, dan bahkan mengatakan “sayang” kepada orang-orang terdekatnya.

Tapi, apakah ungkapan rasa sayang si kecil ini memang benar-benar tulus dari dalam hatinya? Pada awalnya, di usia lebih muda, sekitar 1 tahunan, anak hanya mencontoh perilaku orangtua atau orang-orang sekitarnya (significant others), bisa kakek, nenek atau pengasuh. Namun lama-kelamaan dengan semakin berkembangnya emosi yang ia miliki, selain sudah mampunya si kecil membangun empati dan kepedulian pada orang lain, ia akan mampu mengekspresikan rasa sayang yang tulus.

TIGA PENYEBAB

Ada tiga faktor yang menyebabkan si batita senang mengungkapkan rasa sayang.

1. Meniru

Salah satu ciri khas perkembangan psikologis pada anak usia 1-3 tahun adalah berkembangnya perilaku meniru.

Pada anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang penuh kehangatan dan mengekspresikan kasih sayang melalui pelukan, belaian, maupun perkataan, akan berlangsung proses belajar untuk menjadikan ungkapan-ungkapan tersebut sebagai bagian dari ekspresi rasa sayang dan kepeduliannya pada orang-orang di sekitarnya. Bila ibu dan ayahnya sering memeluk dan menyampaikan kata-kata sayang, “Bunda sayang Adek” atau “Ayah sayang kamu”, maka anak dapat meresponsnya dengan kembali memeluk orangtuanya.

Pola asuh ini dipercaya akan menjadikan anak sebagai sosok yang perhatian dan senang mengungkapkan kasih sayang nantinya. Perilaku ini akan terus terpatri dalam diri anak. Sebaliknya, bila bila di rumah miskin contoh, cuek, dan dingin terhadap ungkapan sayang, maka perilaku tersebut akan sulit muncul.

2.   2. Perkembangan Bahasa

Pada usia 1 tahun dimana perkembangan bahasa anak belum sebaik seperti di usia seperti di usia 2 dan 3 tahun, kebanyakan anak akan mengekspresikan sayangnya dengan memeluk atau membelai.

Bagi anak usia 2 tahun yang perkembangan bahasanya terbilang cepat, sudah dapat mengatakan, “Adek sayang Bunda”, meskipun dengan kalimat yang belum sempurna. Pada umur 3 tahun, ketika anak pada umumnya sudah mencapai perkembangan bahasa yang lebih baik, dengan semakin banyaknya perbendaharaan kata yang ia kuasai dan kemampuan untuk mengucapkannya, ia akan mampu mengekspresikan rasa sayangnya melalui kata-kata dengan lebih jelas.

3.   3. Perkembangan Emosi

Anak mulai menunjukkan kepedulian pada anak lain yang sedang kesakitan, misalnya, atau bila kita berpura-pura sakit di depannya, ia akan menunjukkan perhatian. Itu semua merupakan pertanda anak usia batita mulai membangun kepedulian dan memahami perasaan orang lain.

Jadi, pada masa ini anak mulai mengerti perasaan orang lain dan dapat membangun membangun rasa empati. Tapi hal ini tentunya tidak bisa terlepas dari pola asuh yang diterapkan oleh orangtua atau lingkungan di rumah.

BERI RESPONS POSITIF

Agar perilaku ini semakin terasah dan menjadi bagian dari sifat anak, orangtua sebaiknya memberi respons positif, dengan merespons balik ungkapan sayang dari si kecil secara tulus dan menunjukkan rasa sayang tanpa syarat, “Bunda juga sayang sama adek,” sambil memeluk si kecil atau memandang matanya.

Jadilah teladan dalam mengungkapkan rasa sayang. Ungkapkan ekspresi kasih sayang kepada orang terdekat di rumah, entah kepada pasangan atau kepada anak sendiri. Dengan begitu, ia pun akan mengerti bahwa rasa sayang itu penting diungkapkan dalam segala situasi dan kondisi. Jangan khawatir ini akan membuat anak menjadi manja, selama orangtua tetap menegakkan disiplin dan mengajarkan konsekuensi pada si anak.

Saat mengucapkan rasa sayang, pandang mata si anak, usahakan ada kontak mata. Sampaikan kata-kata sayang yang sederhana dan dapat dipahami anak, serta biasakan ada kontak tubuh seperti membelai rambut, memangku, dan lainnya.

Tentu ada manfaat yang didapat dengan perilaku si kecil yang senang mengungkapkan rasa sayang ini. Kelak si kecil memiliki kematangan emosi yang berkembang sesuai dengan usianya. Selain ia juga bisa menjadi sosok yang perhatian, tinggi empati, dan peduli. Sikap-sikap ini pasti akan disukai lingkungan dan menjadi salah satu modal kesuksesan, bukan?

Di sisi lain, orangtua juga perlu membiasakan anak untuk mengekspresikan dan mengenali emosi-emosi lainnya, baik emosi positif maupun negatif. Jika si batita sering menunjukkan perilaku tantrum, misal, orangtua dapat mengatakan, ”Adik kesal ya? Adik kesal karena mainannya diambil sama Kakak Diva?” Tujuannya, agar anak dapat mengenali emosi yang ia rasakan dan juga sumbernya. Hal ini akan sangat berguna kelak bagi anak untuk dapat mengendalikan emosinya, selain juga mengembangkan kemampuannya dalam mengekspresikan emosi.

Ada beberapa cara menunjukkan kepada si kecil bahwa kita mencintai mereka.

·     Pertama, berikan si kecil sentuhan fisik, seperti dekapan, ciuman di pipi, atau berbagai permainan yang melibatkan sentuhan fisik antara orang tua dan si kecil.

·     Kedua, sediakan waktu berkualitas (quality time) untuk bersama si kecil. Di sela padatnya aktivitas harian, kita sebagai orangtua tetap harus menyediakan waktu untuk bersama si kecil tanpa ada orang lain.

·     Ketiga, layanan, yaitu dengan memenuhi kebutuhan anak yang penting baginya.

·     Keempat, kata-kata positif, yaitu gunakanlah selalu bahasa positif dan mendukung pada anak. Berikanlah pujian bila si kecil berhasil melakukan sesuatu.

      Terakhir, berikanlah si kecil hadiah pada saat-saat tertentu. (Berbagai sumber)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >