PROGRAM "KELAS" KANCIL

recyclebin_48.png Selain melayani konsultasi psikologi, Kancil juga membuka beberapa "kelas" yang dapat diikuti oleh para orang tua, anak maupun anggota keluarga yang lain. Selengkapnya...

 

Konsultasi Psikolog

internet_48.pngPara psikolog yang berpengalaman siap membantu keluarga dengan konsultasi psikologi untuk anak, remaja, dan keluarga.
selengkapnya...

Terapi Anak & Remaja

mydocuments_48.pngBeragam jenis terapi dari KANCIL untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, dirancang sesuai kebutuhan. 
selengkapnya ...

Pengayaan Anak & Remaja

mypc_48.pngKANCIL menyediakan layanan pengayaan (enrichment) anak melalui berbagai kegiatan yang dirancang secara profesional.
selengkapnya ...
 

Pendaftaran Acara

Kelas Yoga untuk Anak

Ada Pertanyaan?

Jika Anda memiliki pertanyaan, Anda dapat mengirimkan email kepada kami

Kontak KANCIL

11 Cara Menumbuhkan Empati

Rasa empati pada anak sebaiknya diajarkan sejak dini. Adapun cara untuk menumbuhkan empati akan dibahas berikut ini :

1. Bermain bersama.

Di usia 2-3 tahun anak mulai berminat pada permainan simbolik dan bohong-bohongan alias permainan khayalan. Yuk, kembangkan imaginasi sedemikian rupa ketika bermain bersamanya. Misalnya, Anda bisa berpura-pura menjadi seekor anak anjing yang sakit, dan biarkan si kecil mengurus anda.

2. Mengajak membantu mengerjakan tugas rumah tangga.

Anak usia 2 tahun bisa mulai membantu mengerjakan pekerjaan ringan yang bermanfaat di rumah. Apabila anda memuji tindakannya, dengan senang hati ia akan melakukan untuk anda. Sikap mau membantu secara suka rela berkembang dengan sendirinya jika ia terbiasa ringan tangan sedari kecil. Ini adalah awal yang baik baginya untuk memahami pekerjaan orang lain.

3. Membacakan cerita.

Jadikanlah mendongeng sebagai aktivitas harian anda bersama si kecil. Membacakan cerita sebelum ia tidur sembari ngobrol hal-hal penting yang sudah terjadi hari itu merupakan kesempatan untuk mengajarinya berempati lewat tokoh-tokoh cerita, misalnya, pangeran tampan yang baik hati dan si penyihir yang jahat.

4. Belajar berteman.

Bertengkar itu biasa bagi anak-anak usia balita. Rebutan robot, merobohkan balok-balok menara, atau karena enggan diajak bermain, antara lain adalah penyebabnya. Tugas anda memantau situasi tersebut dengan bijak. Baik kata maupun tindakan mereka memang sangat mementingkan diri sendiri. Inilah saat tepat bagi anda, dengan lembut dan positif, membagikan gagasan agar mereka mau tulus berbagi dan menikmati sesuatu bersama orang lain.

5. Menonton Televisi atau DVD.

Program-program televisi atau film kartun yang sudah anda pilih secara hati-hati dapat merangsang imajinasi si kecil akan nilai-nilai empati. Pendampingan anda saat menonton bersamanya, sekaligus dapat menelurkan aktivitas yang membangun. Tentu saja, anda harus cermat menyeleksi film mana yang patut ditontonnya atau tidak. Bagaimanapun, dampak televisi yang bisa membawa akibat negatif tidak boleh anda abaikan!

6. Mengajaknya berbelanja hadiah.

Ajaklah anak anda berbelanja dan ikut memilih kado ulang tahun kakak atau temannya. Atau, tolonglah ia untuk membuat sendiri pekerjaan tangan sederhana sebagai hadiah. Katakan kepadanya, sebuah keranjang paskah warna-warni atau selembar kartu bergambar hasil karyanya, merupakan suatu pemberian yang tak ternilai harganya yang bisa diberikan kepada orang lain. Membicarakan tentang bagaimana kasih saying anda terhadap keluarga atau teman-teman akan menumbuhkan pula rasa cinta dan perhatiannya yang tulus kepada mereka.

7. Menjenguk orang sakit.

Jika penyakit teman atau famili tidak parah dan menular, boleh saja anda mengajak si kecil ikut menjenguk. Membawakan ‘buah tangan’ bagi nenek yang sakit, atau memberikan hiburan di saat teman si kecil sakit dan menangis sedih, melibatkan rasa turut prihatin di dalam dadanya. Kelak, ia pun peka atas penderitaan orang yang sedang sakit.

8. ‘Bersahabat’ dengan Tuhan.

Membiasakan si kecil ikut ke pengajian menumbuhkan kepercayaannya kepada Sang Pencipta. Iman yang dibina sedari kecil tak pelak lagi akan memberinya landasan untuk saling mengasihi dengan sesama. Inilah tiang utama yang tak bisa ditawar agar si kecil mampu menumbuhkan kepeduliannya terhadap orang lain.

9. Memelihara hewan atau tanaman.

Memiliki seekor binatang peliharaan berarti harus mampu memberikan rasa nyaman pada anak. Bagaimana si kecil belajar bertanggung jawab memberi makan atau minum hewan peliharaannya adalah cara untuk belajar mengelola empatinya kelak. Termasuk hobinya bercocok tanaman. ‘Berbicara’ dengan tanaman, memberinya pupuk dan tak lupa rutin menyiraminya, adalah langkah-langkah pembelajaran empati yang bisa diterapkan kepada si kecil.

10. Tahu berterima kasih.

Kelihatannya sepele, tapi ajaib sekali makna dari ketiga kata ini : “maaf”, “terima kasih”, dan “tolong”. Membiasakan anak sedari dini mengucapkannya akan membuatnya tumbuh menjadi anak yang kemampuannya memahami orang lain di atas rata-rata. Apalagi ditambah dengan kemampuannya mendengarkan. Wah, tentu ia akan menjadi pribadi yang ramah, hangat, dan … dihormati orang lain. Buktikan saja!

11. Jadilah panutan anak!

Tak peduli si kecil sudah mengerti sepenuhnya atau tidak, namun anda bisa membagikan berita di Koran atau televisi padanya. Cerita duka anak-anak yang busung lapar, kehilangan orang tua dan rumah ketika gempa dan banjir hebat melanda, atau begitu banyaknya teman-temannya di negeri ini yang tidak bisa bersekolah karena tidak punya biaya, akan menggugah simpatinya. Apalagi jika anda mengajaknya mau membagi mainan atau pakaiannya kepada para korban. Tentu, anda sendiri harus menjadi panutan yang utama baginya. (AB)

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Polls

Perkembangan anak-anak saya....